Ketika Kita peduli Orang Lain

Bookmark and Share
Sungguh mengenaskan nasib para TKW Indonesia. Telah dikabarkan bahwa ruyati telah dihukum pancung di arab lantaran diduga telah membunuh majikannya. Parahnya~ keluarga baru mengetahuinya setelah eksekusi itu dilaksanakan. Jadi tanpa persetujuan keluarga gitu. Dan lebih memprihatinkannya, keluarga korban mengetahui informasi ini dari pemerintah luar negeri nukan PEMERINTAH INDONESIA. Kemanakah pemerintah kita berada? Saya sendiri bingung dengan sikap pemerintah yang seolah-olah tutup mata dengan masalah TKW Indonesia. Mereka seolah-olah tidak peduli dengan nasib mereka. Padahal merekalah yang paling banyak menyumbang devisa asing di negara ini. Tapi kenapa balasan pemerintah seperti ini?

Kasian keluarga ruyati yang tinggal di bekasi. Yaps! Bekasi! Tempat tinggal saya.hehe Kita sebagai warga indonesia hanya bisa menonton peristiwa peristiwa seperti ini. Mau gimana lagi? Kita gak punya wewenang dalam hal ini. Hanya pemerintah yang bisa, kami percaya anda namun mengapa anda tidak bisa menjaga kepercayaan kami unutk mengurus hal-hal seperti ini? Bisa anda bayangkan pemirsa. Bagaimana perasaan anda ketika mendengar keluarga sudah terbujur kaku terbalut kain kafan? Bisa anda bayangkan? Saya pasti tidak akan rela terlebih apabila keluarga kita meninggal karena dihukum pancung. Sungguh miris hati ini.

Apakah kita pernah berfikir tentang nasib orang lain. Inilah saatnya kita membuka hati kita untuk terus bercermin pada orang lain. Cobalah membuka hati anda sekalian agar kiranya peduli dengan yang lain. Teman anda misalnya, pernahkah anda memperhatikan teman anda ketika dia tiba-tiba menjadi pendiam? Pernahkah anda merasakan apa yang dia rasakan ketika anda menertawakannya/ Pernahkah anda berfikir bagaimana kesepiannya dia ketika kita tidak mempunyai waktu untuk mereka? Sadarlah teman... Kita hidup gak sendirian. Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Apa salahnya kita sedikit peduli dengan orang lain? Tidak hanya orang lain, namun orang-orang yang anda temui di jalan. Terbesitkah di hati anda unutk menolong anak-anak kecil yang mengamen di jalanan? Begitu tegarnya mereka ketika masa kanak-kanak mereka dihabiskan unutk mengamen sekedaer membantu orang tua mereka.

Cobalah sesekali membayangkan menjadi orang lain. Membayangkan bagaimana perasaan mereka ketika kita bersikap “ini” terhadap mereka. Mengertilah orang lain sebelum anda ingin dimengerti oleh orang lain. Pahami dan pahamilah sifat orang lain. Jangan hanya memikirkan diri sendiri. Oke teman??

Memberilah.. Walaupun hanya berupa senyuman! 

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar

Alangkah indahnya mengenal orang-orang yang KOMEN di Postingan-Nya WILDAN MUSTHOFA :D. Mari Sambung SILATURAHHIM :)